BUJO (Kebun Ijo)

Membentuk kebiasaan di dalam masyarakat kelas menengah kebawah untuk menanam sayuran sehat yang dapat mengatasi kekurangan gizi masyarakat

Photo of Sean Hartanto
3 0

Written by

Tanggal Lahir

29072004

Lokasi

sebuah rukun tetangga di Surabaya

Nama Sekolah/Komunitas

Sekolah Menengah Atas Santa Maria Surabaya

Sudah sampai tahap mana idemu?

  • Tahap Uji Coba (telah melakukan beberapa kegiatan untuk menguji ide)

Kapan inisiatifmu mulai dijalankan?

112019

Situs Web dan/atau Media Sosial

instagram : @kebun_ijo web : bujokebunijo.wixsite.com/BUJO

Apa yang menjadi fokus idemu?

  • Meningkatkan KETERSEDIAAN makanan bergizi bagi lingkungan sekitar – semua ide yang berhubungan dengan produksi makanan/bahan makanan sehat
  • Meningkatkan DUKUNGAN LINGKUNGAN SEKITAR untuk tersedianya makanan bergizi – semua ide yang mengubah cara kerja sistem/peraturan tentang makanan

Masalah: persoalan apa yang ingin kamu selesaikan dengan idemu?

Masalah yang ingin kami selesaikan adalah kekurangan gizi pada keluarga, khususnya pada anak. Dimana kami menemukan bahwa faktor utama dari masalah kekurangan gizi adalah pertama, finansial karena banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi sehingga kebutuhan gizi mulai terabaikan. Kedua, keterbatasan pengetahuan sebagai akibat masalah finansial , dan yang terakhir adalah rendahnya kuantitas bahan pangan yang berkualitas tinggi sebagai dampak minimnya tempat produksi tanaman pangan. Selanjutnya, muncul tradisi (kebiasaan) pemenuhan gizi dan pola hidup yang buruk.

Perjalanan pribadi: mengapa masalah ini menganggumu? Apa yang membuatmu ingin bertindak dan menyelesaikannya?

Keinginan kami sebagai generasi muda penerus bangsa adalah SDM Indonesia harus berkualitas. Tetapi, hal ini belum dapat terwujud. Contohnya ada teman kami yang dapat dikatakan kekurangan gizi, badannya pendek, kurus kering, dan memiliki kemampuan intelektual yang terhitung rendah. Kami sebagai temannya bersimpati padanya, dan berniat untuk merubah pola hidup masyarakat sehingga tidak banyak anak yang mengalami hal serupa.

Solusi: Apa idemu untuk mengatasi masalah tersebut?

Solusi kami adalah sebuah gerakan, yaitu "BUJO", kebun ijo. Jika kita melihat kembali akar permasalah gizi di masyarakat adalah finansial, pendidikan orang tua, dan rendahnya kuantias dan kualitas bahan pangan yang beredar. Maka dari itu, BUJO menjadi social movement untuk memberantas masalah gizi di indonesia. Melalui bujo, akan dibangun kebun bersama dalam suatu RT (di depan pagar setiap rumah) yang berisi tanaman pangan dan hasil kebun dapat dimanfaatkan untuk warga RT tersebut, sehingga mutu dan kualitas tanaman pangan yang didapat juga tinggi serta dana yang biasanya dipakai untuk membeli bahan makanan dapat digunakan untuk keperluan yang lain, seperti pendidikan, pajak, listrik, dan kebutuhan lainnya. Selain itu, BUJO juga memberi pendidikan khusus tentang kebutuhan gizi, permasalahan gizi, dan langkah pencegahannya.

Contoh kasus: apa yang terjadi ketika seseorang/sekelompok orang menggunakan idemu? Coba ceritakan sebuah contoh spesifik.

Sebuah RT yang menggunakan ide kami akan mendapat keuntungan berlipat, yaitu membantu pemenuhan gizi pada anak dan mencegah anak kekurangan gizi dengan hasil BUJO seperti sayuran dan buah yang berkualitas, keuntungan secara finansial, yaitu dengan penekanan modal agar tidak melebar (instalasi menggunakan bahan daur ulang) , dan penjualan sisa panen ke pasar untuk menambah pendapatan bersama. BUJO bergerak dengan menanam dalam skala besar, namun dalam lahan yang sempit serta dapat meningkatkan kerukunan dan niai sosial, seperti gotong royong, melalui proses instalasi kebun dan perawatan bersama. Selain itu, pengaplikasian BUJO menggunakan teknologi hidroponik dan organik (serta teknologi aquaponik jika dimungkinkan) yang sudah disederhanakan.

Dampak: sejauh ini, dampak/perubahan apa yang telah terjadi karena idemu? Siapa dan berapa banyak orang yang telah mendapatkan manfaatnya?

Melalui gerakan BUJO, tingkat kekurangan gizi pada anak dalam masyarakat dapat berkurang dan teratasi, karena BUJO menyediakan bahan pangan yang melimpah dan berkualitas serta pendidikan gizi kepada masyarakat. Juga pendapatan RT dapat meningkat dan para warga dapat mengalihkan gajinya untuk keperluan yang lain (selain pangan). Selain itu, lingkungan menjadi lebih hijau, subur, dan memencarkan aura positif yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Para warga juga akan menjadi lebih rukun dan memiliki nilai gotong royong lagi yang menjadi ciri khas Indonesia.

Apakah kamu memiliki tim untuk menjalankan idemu?

  • Yes

Tim: siapa saja yang terlibat? Ceritakan tentang anggota tim-mu beserta perannya masing-masing. Bagaimana cara kalian bekerja sama dalam tim?

Saya Sean Christophe Hartanto menjadi ketua tim, yang memiliki spesialisasi pada sosialisasi ke RT dan koordinasi dengan suplier yang menunjang BUJO. Bersama Andrew Wibisono sebagai partner di tim saya, khusunya untuk merancang desain yang optimal terutama dilahan sempit sehingga gerakan BUJO dapat terealisasikan dengan maksimal. Selain itu, saya, Christophe bertanggung jawab pada penanaman dengan sistem hidroponik dan Andrew sebagai penanggung jawab penanaman dengan sistem organik.

Kolaborasi: selain tim inti, adakah pihak lain yang telah kamu libatkan dalam mewujudkan idemu? Jika belum, siapa yang rencananya akan kamu libatkan, dan bagaimana caranya?

Demi melaksanakan gerakan BUJO, kami harus bisa berkolaborasi dengan masyarakat di wilayah RT dan pihak RW sebagai pelaku dan pelaksana BUJO, penjual bibit tanaman pangan sebagai pemasok bibit tanaman, suplier untuk memenuhi kebutuhan utama BUJO seperti vitamin, rockwool dan lain sebagainya, konsultan konstruksi untuk mengkonsultasikan konstruksi yang digunakan BUJO agar aman dan tahan lama di situasi outdoor, dan dengan komunitas BUJO sendiri untuk membantu proses instalasi. Bahkan pemerintah (bila memungkinkan) ketika gerakan ini diadopsi untuk menjadi program pemerintah.

Keunikan: apa yang membuat idemu berbeda dari ide lain?

Keunikan BUJO adalah menemukan efisiensi dan efektivitas dengan cara tradisional karena di zaman yang serba modern ini membutuhkan biaya oprasional dan perawatan yang tinggi seperti listrik, air, dan peralatan penunjang lainnya sehingga kami menggunakan cara tradisional dalam perawatan kebun yang mana menurut kami berdampak baik bagi nilai sosial (gotong royong) karena dalam pelaksanaanya diharuskan untuk saling bekerja sama antar warga dan juga ketika masa panen tiba akan diadakan pertukaran sayur sehingga tidak akan bosan memakan sayur yang banyak jenisnya hal ini dapat merekatkan hubungan.

Keberlanjutan Projek: bagaimana kamu memastikan idemu terus berjalan dan berkelanjutan? Apa saja sumberdaya/dukungan yang dibutuhkan untuk mempertahankan dan mengembangkannya?

BUJO merupakan program yang dikembangkan untuk merubah pola tradisi di dalam masyarakat. Tradisi tersebut merupakan tradisi yang menjadi kebiasaan karena BUJO menjadikan masyarakat untuk "melek" terhadap permasalah gizi sehingga akan tertanam rasa peduli di dalam masyarakat yang nantinya akan menjadi pondasi utama padalam pelaksanaan program BUJO ini. Saat sudah banyak orang yang "melek", orang-orang tersebut akan menggerakkan orang lain agar ikut berubah dan membuat perubahan yang besar. Selain itu, RT yang sudah menerapkan BUJO juga akan menginspirasi RT lain dan jangkauan BUJO lebih luas.

Rencana ke Depan: apa strategimu untuk mengembangkan ide ini lebih lanjut?

BUJO adalah sebuah program yang bersifat dinamis sehingga dapat terjadi banyak kemungkinan di masa yang akan datang, namun BUJO akan mengalami beberapa tahap inti dalam pelaksanaannya. Tahap- tahap tersebut adalah mengenalkan BUJO pada masyarakat luas, pada tahap ini kami akan bersosialisasi ke beberapa RT dan menyebar poster (melalui instagram dan website BUJO) untuk mengundang RT di Surabaya dan calon anggota komunitas BUJO yang ingin bergabung. Pada tahap selanjutnya, dilakukan instalasi konstruksi BUJO dan pendidikan pada warga tentang gizi. Dilanjutkan dengan mempraktekan BUJO dalam kehidupan sehari-hari (dengan pengontrolan dalam intensitas tertentu), dan memanfaatkan hasil panen bersama secara sistematis untuk diolah bersama.

Dari jenis-jenis kemampuan ini, mana yang paling kamu butuhkan agar dapat menjalankan idemu dengan baik?

  • Mengelola Tim
  • Komunikasi
  • Hubungan Masyarakat

Dari mana kamu mendengar tentang Saya Pemberani?

  • Media sosial Saya Pemberani
  • Situs web Saya Pemberani
  • Direkomendasikan oleh seseorang untuk ikut serta
  • Dari mulut ke mulut

3 comments

Join the conversation:

Comment
Spam
Photo of Old Friend

Halo Para Pemberani!

Selamat ya, kamu sudah lolos ke tahap selanjutnya. Nah, agar proposal kamu semakin OK, yuk ikuti penjelasan tentang sistem pangan yang akan disampaikan oleh tim GAIN di hari Sabtu, 14 Desember 2019, mulai jam 3.30 sore.

Kamu tinggal klik link ini untuk join trainingnya: https://gainhealth.zoom.us/j/761058798?pwd=b1MzbDFBZ3IxL2sySkdydjhOVVhldz09
(kamu butuh instal aplikasi ZOOM di HP/komputer untuk join)

Sampai jumpa di hari Sabtu ya..

SayaPemberani!

View all comments