KAYANGAN (Kekayaan Pangan) LOKAL DARSONO

Program partisipatif yang melibatkan masyarakat untuk mengatasi gizi buruk dengan manfaatkan kekayaan pangan lokal Dsn. Gading, Ds.Darsono

Photo of Hilda Nur Abidah
4 10

Written by

https://bit.ly/2s6paoO

Tanggal Lahir

3272000

Lokasi

Dusun Gading, Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember

Nama Sekolah/Komunitas

Universitas Jember

Sudah sampai tahap mana idemu?

  • Tahap Uji Coba (telah melakukan beberapa kegiatan untuk menguji ide)

Kapan inisiatifmu mulai dijalankan?

11

Situs Web dan/atau Media Sosial

IG : Kayangan Lokal Darsono

Apa yang menjadi fokus idemu?

  • Meningkatkan KETERSEDIAAN makanan bergizi bagi lingkungan sekitar – semua ide yang berhubungan dengan produksi makanan/bahan makanan sehat

Masalah: persoalan apa yang ingin kamu selesaikan dengan idemu?

Gizi buruk. Gizi buruk dapat membawa dampak pada pertumbuhan anak, seperti berat badan kurang, perawakan pendek, bahkan mengalami gagal tumbuh. Gizi buruk disebabkan oleh tidak dan atau kurangnya kebutuhan zat gizi harian. Faktor yang mempengaruhi di antaranya: ketidaktahuan orang tua tentang gizi, tingkat sosial ekonomi yang rendah, kebersihan lingkungan yang buruk, dan adanya riwayat penyakit tertentu. Berdasarkan Pantauan Status Gizi (PSG) 2017 yang dilakukan kementrian kesehatan, bayi usia di bawah 5 tahun (balita) yang mengalami masalah gizi pada tahun 2017 mencapai 17,8% terdiri dari balita yang mengalami gizi buruk 3,8% dan 14% kurang gizi.

Perjalanan pribadi: mengapa masalah ini menganggumu? Apa yang membuatmu ingin bertindak dan menyelesaikannya?

Menurut RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar) prevalensi gizi kurang dan buruk pada tahun 2018 mencapai angka 17,7%. Dari data departemen kesehatan 2017 jumlah anak yang berusia balita dengan gizi buruk mencapai 4.716 anak, sedangkan anak yang berusia balita dengan gizi buruk di Kabupaten Jember tahun 2018 sebanyak 263 balita. (Kemenkes, 2018) Masih kurangnya aksi untuk memperhatikan persoalan itu, menjadikan kami tertarik dan terdorong untuk mengulik permasalahan ini. Masyarakat kurang lebihnya hanya diberikan penyuluhan tetapi tidak diadakan program lanjutan/monitoring evaluasi dari penyuluhan yang sudah dibuat. Menjadi pelopor kesehatan, bisa menjadi penyelamat negeri dan mengabdi untuk masyarakat merupakan impian besar kami.

Solusi: Apa idemu untuk mengatasi masalah tersebut?

Memanfaatkan kekayaan pangan lokal Dsn.Gading untuk mengatasi permasalahan gizi buruk. Ide ini diawali dengan penggalian informasi dengan metode wawancara dan pengisian kuisoner. Hasil dari kuisoer ini nantinya akan dijadikan acuan langkah selanjutnya, yakni mengembangkan metode food recall untuk mengetahui pola makan yang dikonsumsi masyarakat di sana. Dengan adanya data-data yang telah didapat, nantinya dapat diukur dan dapat menentukan ide yang akan diterapkan dan memang benar-benar masyarakat Gading mau menerima dan paham dengan apa yang akan kita programkan. Sebelum itu, adanya pembentukan kelompok-kelompok untuk melakukan kegiatan diskusi pangan lokal Gading menjadikan penguat program dan ide penggalian pangan lokal yang bisa diolah dan diteruskan sesuai dengan potensi yang ada di Gading. Semua potensi pangan itu akan diteliti kandungannya, apakah bisa membantu permasalahan gizi buruk atau tidak, dan dengan adanya studi pustaka sebagai pembanding.

Contoh kasus: apa yang terjadi ketika seseorang/sekelompok orang menggunakan idemu? Coba ceritakan sebuah contoh spesifik.

Individu atau kelompok mampu mengetahui mengenai apa itu gizi buruk dan bisa atasi masalah tersebut dengan pemanfaatan pangan lokal, selain itu kita juga mampu meningkatkan tingkat perekonomian Dsn.Gading, Ds.Darsono, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember dengan memanfaatkan pangan lokal yang ada di sana jika masyarakatnya mau mengembangkan ini sebagai usaha.

Dampak: sejauh ini, dampak/perubahan apa yang telah terjadi karena idemu? Siapa dan berapa banyak orang yang telah mendapatkan manfaatnya?

Ketika kami mulai menyampaikan tujuan kami saat pengambilan data, kami mulai memaparkan kepada masyarakat maksud kedatangan kami ke Dsn.Gading, Ds. Darsono. Metode yang kami gunakan adalah door to door, dengan begitu kami bisa ngobrol lebih jauh dan melakukan intervensi lebih dalam kepada keluarga dan masyarakat. Melihat respon dan tanggapan masyarakat mereka menerima dengan terbuka kedatangan dan keberlanjutan program yang nantinya akan kami jalankan. Mereka berharap program yang akan dijalankan bisa bermanfaat bagi masyarakat Gading, utamanya dalam bidang perekonomian masyarakatnya, dan mampu membuat sumber mata pencaharian baru dan berkelanjutan.

Apakah kamu memiliki tim untuk menjalankan idemu?

  • Yes

Tim: siapa saja yang terlibat? Ceritakan tentang anggota tim-mu beserta perannya masing-masing. Bagaimana cara kalian bekerja sama dalam tim?

Inisiatif ini dicanangkan oleh 5 mahasiswa, yang mana dari 5 mahasiswa tersebut memiliki peran masing-masing: 1. Manajemen keuangan : Selvi Irmayanti 2. Produksi pangan dan pemasokan bahan pangan : Hashifah Azatail Isma dan Solikha Tri Cahyati 3. Edukasi : Hilda Nur Abidah dan Ahsanu Bil Husna dari cakupan pembagian tugas itu, diharapkan nantinya program yang akan dijalankan dapat tertata dan berjalan sesuai dengan tujuan awal. Tim mempunyai tanggung jawab untuk menjalankan tugas utamanya. Selain itu nantinya ada pembagian jobdesk khusus selama pelaksanaan program di luar tugas utama.

Kolaborasi: selain tim inti, adakah pihak lain yang telah kamu libatkan dalam mewujudkan idemu? Jika belum, siapa yang rencananya akan kamu libatkan, dan bagaimana caranya?

Sudah yaitu dari dosen dan LSM (MANTASA), selain itu inisiatif ini juga akan melibatkan kader atau tokoh penting di Dusun gading, Desa darsono, Kecamatan Arjasa, Dinas Kesehatan Jember, serta mahasiswa dengan bidang keilmuan yang dibutuhkan.

Keunikan: apa yang membuat idemu berbeda dari ide lain?

1. Bahan produksi menggunakan bahan pangan lokal, dengan tidak hanya memanfaatkan 1 bahan pangan lokal saja 2. Kami melibatkan seluruh masyarakat Dsn. Gading untuk mengembangkan program ke depannya

Keberlanjutan Projek: bagaimana kamu memastikan idemu terus berjalan dan berkelanjutan? Apa saja sumberdaya/dukungan yang dibutuhkan untuk mempertahankan dan mengembangkannya?

RENCANA LANJUTAN 1. Adanya monitoring kepada kader dan masyarakat 2. Bahan pangan yang melimpah dan bisa dibudidaya 3. Menggunakan langkah kerja P-Process SUMBER DAYA ATAU DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN 1. Sumber Daya Manusia 2. Modal berjalannya inisiatif ini 3. Uji laboratorium pangan

Rencana ke Depan: apa strategimu untuk mengembangkan ide ini lebih lanjut?

Rencana Jangka menengah kami akan mencari pangan lokal apa saja yang bisa dimanfaatkan dan dikaitkan dengan gizi buruk. Rencana jangka panjang kami, memberdayakan masyarakat untuk bisa mengembangkan program yang sudah dibentuk, melakukan pelatihan dan pengajaran kepada masyarakat untuk bisa terus melanjutkan program yang akan dibuat. Sehingga nantinya diharapkan banyak SDM yang mampu dan bisa meneruskan program ini.

Dari jenis-jenis kemampuan ini, mana yang paling kamu butuhkan agar dapat menjalankan idemu dengan baik?

  • Mengelola Waktu
  • Hubungan Masyarakat
  • Strategi & Perencanaan Projek

Dari mana kamu mendengar tentang Saya Pemberani?

  • Media sosial Saya Pemberani
  • Situs web Saya Pemberani
  • Direkomendasikan oleh seseorang untuk ikut serta

Evaluation results

0 evaluations so far

4 comments

Join the conversation:

Comment
Spam
Photo of Dian

Hai Pemberani,

Masih bingung bagaimana caranya menemukan ide atau menajamkan ide yang sudah kamu punya untuk ikutan Program Saya Pemberani?

Yuk, tonton videonya disini https://www.youtube.com/watch?v=ES3eQqxLw1w&t=39s

Jangan lupa untuk lengkapi idemu dengan membuat video dirimu menceritakan idemu dengan baik ya dan submit ke akun Saya Pemberani kamu, batas akhir adalah tanggal 20 Desember 2019.

Kalau masih ada yang kamu belum mengerti, ajukan pertanyaanmu sampai 4 Desember ya. Kami akan jawab pada tanggal 7 Desember di akun instagram @sayapemberani.id ya!

#Sayapemberaniid

View all comments