Bye Bye Stunting!

Bye Bye Stunting! merupakan sebuah program meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Stunting melalui gerakan Dabest (Desa Bebas Stunting)

Photo of Septiana Purwandini
2 1

Written by

Memperbaiki gizi anak sekolah dengan memberikan sarana dalam pemilihan makanan dan menambahkan ketersediaan makanan bergizi. Melakukan kerjasama dengan penjual atau pembuat makanan di sebuah desa pemberdayaan di Lebak, Surabaya agar dilakukan penambahan bahan makanan yang tinggi zat gizi. 

Tanggal Lahir

9031999

Lokasi

Lebak Timur Asri, Surabaya

Nama Sekolah/Komunitas

Desa Produktif Beastudi Etos Surabaya

Sudah sampai tahap mana idemu?

  • Tahap Uji Coba (telah melakukan beberapa kegiatan untuk menguji ide)

Kapan inisiatifmu mulai dijalankan?

112019

Situs Web dan/atau Media Sosial

IG : -> septidinii -> rinakurniap FB : Septiana Purwandini

Apa yang menjadi fokus idemu?

  • Meningkatkan PERMINTAAN remaja akan makanan bergizi – semua ide yang mendorong remaja lebih sadar dan mencari makanan sehat
  • Meningkatkan DUKUNGAN LINGKUNGAN SEKITAR untuk tersedianya makanan bergizi – semua ide yang mengubah cara kerja sistem/peraturan tentang makanan

Masalah: persoalan apa yang ingin kamu selesaikan dengan idemu?

Stunting merupakan masalah gizi utama di Indonesia yang darurat untuk diselesaikan karena efek jangka panjang stunting berpengaruh pada produktivitas penerus bangsa. Selain berpengaruh pada produktivitas, stunting juga berdampak pada rendahnya daya pikir anak sehingga anak kesulitan untuk melakukan aktivitas akademik. Stunting juga memengaruhi kondisi fisik anak sehingga tumbuh lebih pendek dari anak yang lain. Masyarakat masih awam mengenai permasalahan stunting dikarenakan minimnya pengetahuan serta kesadaran mereka. Sosialisasi dari pemerintah masih belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya gerakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai stunting dan dampak buruk yang ditimbulkan.

Perjalanan pribadi: mengapa masalah ini menganggumu? Apa yang membuatmu ingin bertindak dan menyelesaikannya?

Saya pernah mendapati seorang anak kecil dan kebetulan tetangga saya, dalam kondisi yang kurus dan lebih pendek dari anak seusianya. Setelah saya telusuri, ternyata kedua orang tuanya kurang memperhatikan asupan gizi anaknya sehingga ketika anak tsb baru lahir dalam keadaan premature, BBLR, namun pada masa 1000HPK tidak ada perbaikan gizi karena rendahnya pengetahuan orang tua. Pengamatan yang saya lakukan di sekitar menunjukkan bahwa banyak anak dengan kondisi yang sama. Anak tersebut juga mengalami kesulitan belajar dan prestasi akademik dibawah rata-rata. ini membuat saya merasa bertanggung jawab sebagai pihak yang tahu tentang stunting untuk lebih berusaha mengatasi masalah ini.

Solusi: Apa idemu untuk mengatasi masalah tersebut?

Bye Bye Stunting merupakan program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui gerakan Dabest (Desa Bebas Stunting). Kegiatan yang dilakukan dalam program tersebut diantaranya Diskusi Rutin yang dilaksanakan satu bulan sekali dan Taman Bahagia yang dilaksanakan setiap 6 bulan. Diskusi Rutin ditujukan kepada masyarakat terutama ibu hamil dan remaja putri. Di awal program ini, diskusi akan dihadiri oleh ibu yang mengikuti Posyandu dengan dipandu perwakilan dari puskesmas. Kegiatan ini akan mengulas tentang stunting dengan materi yang berbeda setiap bulannya. Kedepannya akan ditambah cabang diskusi yang sesuai untuk remaja putri dan masyarakat umum sehingga informasi bisa meluas. Taman bahagia ditujukan kepada seluruh golongan masyarakat. Dilakukan pemeriksaan dan konseling gizi pada remaja putri dan ibu-ibu, demo masak senam, serta fun-education pada anak mengenai stunting.

Contoh kasus: apa yang terjadi ketika seseorang/sekelompok orang menggunakan idemu? Coba ceritakan sebuah contoh spesifik.

Apabila ide saya diterapkan, kesadaran masyarakat dalam memilih makanan akan meningkat sehingga bisa memperbaiki gizi masyarakat di masala depan. Anak-anak akan mengonsumsi makanan yang sehat karena mudah dijangkau dan sesuai kesukaan. Sehingga anak bisa tumbuh dengan optimal baik fisik maupun kecerdasannya. Hal ini merupakan investasi yang efektif untuk Indonesia unggul.

Dampak: sejauh ini, dampak/perubahan apa yang telah terjadi karena idemu? Siapa dan berapa banyak orang yang telah mendapatkan manfaatnya?

Saya ingin melihat anak-anak dan masyarakat terbiasa makan makanan sehat. Sadar akan kesehatan dan memprioritaskannya. Prevalensi anak stunting, gzi buruk, dan lain sebagainya berkurang. Serta produktivitas anak meningkat ditandai oleh banyaknya anak berprestasi dan menurunnya anak dengan IQ rendah.

Apakah kamu memiliki tim untuk menjalankan idemu?

  • Yes

Tim: siapa saja yang terlibat? Ceritakan tentang anggota tim-mu beserta perannya masing-masing. Bagaimana cara kalian bekerja sama dalam tim?

Saya dan RIna, adek tingkat yang memiliki semangat belajar dan memecahkan masalah yang tinggi. Kita berusaha memberikan seluruh kemampuan untuk berkontribusi dengan menerapkan ilmu yang kita pelajari. Mengembangkan media sosial sebagai sarana promosi, melakukan formulasi produk untuk diterapkan di masyarakat serta melakukan sosialisasi kepada maysyarakat.

Kolaborasi: selain tim inti, adakah pihak lain yang telah kamu libatkan dalam mewujudkan idemu? Jika belum, siapa yang rencananya akan kamu libatkan, dan bagaimana caranya?

Belum, tapi saya berencana melibatkan departemen kesehatan dari tim pengurus desa produktif tempat kami menerapkan ide yang dikelola oleh beastudi etos surabaya. Oleh karena itu, saya memiliki beberapa orang untuk mengeksekusi ide saya. Seberapa yakin akan berhasil? Pada kepengurusan tahun lalu, departemen kesehatan cukup berperan banyak dengan mngadakan cek kesehatan, cooking class, edukasi makan sehat melalui boneka tangan ke anak-anak. Dan tim pengurus desa produktif dituntut untuk memprioritaskan mengurs desa. Sehingga saya akan masuk dan memberikan saran ide ini dalam menyusun proker

Keunikan: apa yang membuat idemu berbeda dari ide lain?

Saya merupakan salah satu pengurus desa yang kami intervensi. Sehingga saya lebih tau kondisi lingkungan serta seberapa jauh ide yang dapat kami terapkan serta sudah memiliki kepercayaan masyarakat. Kegiatan kami tidak hanya sekadar sosialisasi dan memberi pengetahuan tetapi memberi solusi. Memberikan akses dalam menerapkan pengetahuan yang kami sosialisasikan.

Keberlanjutan Projek: bagaimana kamu memastikan idemu terus berjalan dan berkelanjutan? Apa saja sumberdaya/dukungan yang dibutuhkan untuk mempertahankan dan mengembangkannya?

Saya akan melakukan pendekatan kepada beberapa pihak yang berperan penting seperti penjual kerupuk yang akan saya intervensi tambahan bahannya sehingga tanpa ada kami project ini tetap berlanjut. Bekerjasama dengan anak muda disana serta memberikan edukasi dan pendampingan secara rutin selama 1 tahun (sesuai dengan lama masa kepengurusan tim Beastudi Etos Surabaya) kepada anak-anak desa binaan sehingga terbentuk perubahan pola pikir.

Rencana ke Depan: apa strategimu untuk mengembangkan ide ini lebih lanjut?

Melakukan intervensi makanan sehat untuk anak pada sekolah dasar di sekitar surabaya. Serta membentuk pihak-pihak yang berkompetensi untuk bekerjasama membuat bisnis makanan sehat dengan harga terjangkau untuk pengabdian.

Dari jenis-jenis kemampuan ini, mana yang paling kamu butuhkan agar dapat menjalankan idemu dengan baik?

  • Mengelola Tim
  • Hubungan Masyarakat
  • Ilmu Pangan dan Nutrisi

Dari mana kamu mendengar tentang Saya Pemberani?

  • Media sosial Saya Pemberani

2 comments

Join the conversation:

Comment
Photo of Dian

Hai Pemberani,

Masih bingung bagaimana caranya menemukan ide atau menajamkan ide yang sudah kamu punya untuk ikutan Program Saya Pemberani?

Yuk, tonton videonya disini https://www.youtube.com/watch?v=ES3eQqxLw1w&t=39s

Jangan lupa untuk lengkapi idemu dengan membuat video dirimu menceritakan idemu dengan baik ya dan submit ke akun Saya Pemberani kamu, batas akhir adalah tanggal 20 Desember 2019.

Kalau masih ada yang kamu belum mengerti, ajukan pertanyaanmu sampai 4 Desember ya. Kami akan jawab pada tanggal 7 Desember di akun instagram @sayapemberani.id ya!

#Sayapemberaniid

View all comments